Spesifikasi Pompa Injeksi tipe VE- Pada pompa injeksi tipe PE (tipe in-line), jumlah elemen pompa ( plunger) harus sama dengan jumlah silindernya. Tetapi pada pompa injeksi tipe VE ini ( tipe distributor), jumlah plunger tidak ada hubunganya dengan banyaknya silinder mesin, jadi hanya menggunakan satu plunger saja. Plunger yang hanya satu ini sambil berputar membagikan bahan bakar injeksi secara bergantian ke setiap silinder melalui pipa injeksi sesuai dengan firing order mesin.
Seperti pada pompa injeksi tipe PE yang dilengkapi dengan governor, timer, feed pump, dan lainya yang di pasang pada bagian luarnya, maka pada pompa injeksi tipe VE perlengkapan tersebut berada didalamnya.
Bila dibandingan dengan tipe PE, komponen yang ada pada pompa injeksi tipe VE jumlahnya tida sampai setengan dari yang ada tipe PE, dan dibuat demikian untuk memenuhi kebutuhan akan pompa injeksi yang kecil, ringan dan berkecepatan tinggi
Untuk memenuhi keiginan pengendaranya, maka dirancang sebuah pompa yang dapat memberikan percepatan kendaraan yang mendekati kendaraan yang bermesin bensin. Sebuah pompa injeksi tipe VE untuk mesin dengan sistim pembakaran langsung sekarang telah dibuat dan diharapkan digunakan secara meluas pada berbagai bidang termasuk untuk mesin-mesin konstruksi, truk ukuran sedang dll.
1. Pompa injeksi ini kecepatan dan ringan dan memiliki jumlah komponen suku cadang yang kecepatanil ( di bandingkan dengan pompa injeksi in-line yang konvensional)
Tabel- Perbandingan suku cadang
Tipe Pompa Injeksi | Berat (Kg) | Ukuran (mm) Panjang x Lebar | Jumlah suku cadang |
---|---|---|---|
Tipe VE Distributor | 5,5 | 207 x 181 | 196 |
Tipe VM Distributor | 4,9 | 189 x 182 | 238 |
Tipe PE4A in-line | 11,6 | 293 x 210 | 326 |
Tipe PE6A in-line | 13,3 | 374 x 210 | 368 |
2. Pompa injeksi dapat di pasang pada mesin baik dengan posisi tegak maupun horizontal.
3. Dapat digunakan untuk mesin dengan kecepatanepatan tinggi hingga 6000 r.p.m
4. Dapat dengan mmuadah diatur untuk mendapatkan karakteristik turque penuh
5. Kontruksi pompa dapat mencegah pengiriman bahan bakar apabila karena suatu sebab arah putaran mesin di putar terbalik
6. Dapat mudah disesuaikan dengan berbagai macam kebutuhan kemampuan mesin makanis pengontrol dapat dipasang secara terpisah, contohnya torque control device, load timer boost compensator.
7. Karena injeksi dihentikan dengan cara memutar saklar mesin ke OFF, mesin dapat segera berhenti.
8. Pelumasan dengan bahan bakar minyak (bebas perawatan) karena pelumasan didalam pompa injeksi dilakukan oleh bahan bakar minyak yang ada pada ruangan pompa, pelumasan dengan minyak khusus tidak diperlukan lagi. Maka dari itu tidak ada waktu yang hilang seperti pada perawatan yang biasanya.
Tabel- Spesifikasi pompa injeksi
Item | Spesifikasi |
---|---|
Jumlah Silinder | 2,3,4,5 atau 6 |
Arah putaran | Searah/berlawanan dengan jarum jam ( dilihat dari sisi pemutar) |
Kecepatanepatan maximum yang diperbolehkan (pompa) | 3000r.p.m (2,4,5 silinder) 2500 r.p.m( 3,6 silinder) |
Diameter plunger | 8,9,10,11 atau 12 mm |
Control timing injeksi | Speed timer 2,4,5, silinder : 11° maximum 3,6 silinder : 7° maximum Load timer Maximum : 3° maximum s/d 4° Speed-load timer 2,4,5 silinder :11° maximum 3,6, silinder :7° maximum |
Pengaturan kecepatan | Governor kecepatanepatan variable Governor kecepatanepatan manimum-maximum Governor kombinasi |
Speed droop | 4% (750 r.p.m) |
Berat | Kira-kira 5,5 kg |
Sistim pelumasan | Pelumasan bahan bakar minyak |
Posisi control lever | Sebelah kanan atau kiri governor cover (dilihat daria arah pemutar) |
Letak stop lever | Sebelah kanan atau kiri governor cover (dilihat daria arah pemutar) |
Max.Tek.dlm pipa masuk yang diperbolehkan |
Kira –kira 550 kg/cm2 |
Pencegah terbaliknya putaran mesin | Karena inlet port akan terbuka sewaktu langkah kompresi bila mesin berputar kearah terbalik, bahan bakar tidak dapat dikirim sehingga injeksi tidak dapat terjadi. |
Peralatan tambahan | Pemasangan boost compensator, speed sensor pompa, cold start, dan lainya dapat dilakuan |